Posted on 03 December 2019 | Categories: News, Headline

Molecular Coffee, Kopi Tanpa Biji Kopi

 

Perusahaan asal Amerika ATOMO! baru-baru ini memperkenalkan produk Molecular Coffee yang digadang-gadang dapat menggantikan kopi tradisional yang telah ada di pasaran. Singkatnya, mereka menciptakan minuman kopi tidak menggunakan biji kopi, melainkan dari berbagai ma├žam bahan nabati yang diperoleh secara alami sehingga lebih berkelanjutan bagi lingkungan untuk jangka panjang. 




Produk ini bahkan memiliki 5 karakteristik utama yang dimiliki biji kopi tradisional, yaitu aroma: wangi biji kopi yang dipanggang dan biasanya dideskripsikan dengan nutty, fruity, herby, flowery, dan lain-lain; body/mouthfeel: sensasi saat menenggak minuman kopi seperti grainy, oily, watery, dan lain-lain; rasa: kombinasi sensasi/persepsi seperti body, acidity, aroma, bitterness, sweetness dan aftertaste; warna: hasil dari proses pemanggangan green bean; kafein: zat yang terkandung dalam kopi ini juga dimiliki oleh 60 jenis tanaman lainnya.




Seperti dilansir CNBC internasional, minuman ini telah melalui uji coba yang dilakukan di salah satu pinggiran jalan di kota Seattle, Amerika Serikat, tempat perusahaan tersebut bermarkas. Hasilnya, Molecular Coffee disukai banyak orang yang mencobanya dan mampu menghasilkan rasa yang sama dengan kopi tradisional, namun agak sedikit lebih manis dan tidak terlalu pahit.

ATOMO! merasa yakin produk ini mampu menggantikan produksi biji kopi tradisional yang menurut mereka telah menghasilkan efek negatif yaitu perubahan iklim dan penggundulan hutan. Melalui kampanyenya tersebut, perusahaan ini bahkan telah mendapatkan pasokan modal sebesar 26 juta dolar AS dari perusahaan Horizons Ventures dan 25 ribu dolar AS melalui platform Kickstarter.




Pertanyaannya, apakah benar kopi sudah memberikan dampak negatif yang sangat signifikan bagi lingkungan seperti menyebabkan penggundulan hutan dan perubahan iklim? 

Berikut ini beberapa hasil wawancara dengan pakar kopi, seperti Tuti Hasanah Mochtar, praktisi kopi Indonesia yang namanya sudah tidak asing didengar, Ronald Prasanto, praktisi Molecular Gastronomy, chef dan juga pecinta kopi, dan beberapa praktisi lainnya di industri kopi Indonesia.

Bagaimana pendapat mereka? Nantikan artikel Restobazaar selanjutnya.


Tags: molecularcoffee, atomo!, kopi, bisniskopi, foodservice, food service, product, produk